Monday, November 30, 2009

Kisah 4 Karakter Ma Chung dalam Satu Tubuh

Disclaimer:
Ehm... Yang ditampilkan dalam artikel ini merupakan kisah yang sebenarnya. Kesamaan peristiwa, tempat, atau nama memang disengaja. O ya, ini juga bukan kisah subjektif lo..., karena saya tidak terlibat di dalamnya...


Nggak perlu jauh-jauh keluar atau bahkan menatap ke negeri orang kalau kita mau bicara soal sesuatu yang "keren". Pernah nyadar nggak kalau di kanan kiri kita pun banyak sosok yang bisa jadi panutan atau jadi parameter buat perbandingan kita? Ada lo produk "Ma Chung" yang oke dan jelas bisa dibanggakan...

Pada tanggal 18 sampai 20 November 2009 yang lalu, salah satu UKM di universitas kita mengadakan acara ulang tahunnya yang pertama. SCOPE Photography menunjukkan eksistensinya dengan membuka ajang foto gratis selama 3 hari di taman bagian depan theater room.

Apa istimewanya? Oo..., jelas istimewa. Yang menjadikan istimewa dari acara ini adalah konsep acaranya yang bisa dibilang baru dan segar. Jelas baru pertama kali ini ada UKM yang eksis di kampus kita merayakan ulang tahunnya dengan perayaan yang unik yang melibatkan dan jelas menyenangkan banyak orang di kampus. Siapa sih yang nggak suka foto gratis? Jelas semua orang suka.

Bukan hanya konsep acara saja yang menarik. SCOPE Photography juga mengadakan lomba buat semua penghuni Ma Chung yang tertarik, untuk menampilkan ekspresi unik mereka. Alhasil, beragam ekspresi dan pose unik, orisinal, dan kreatif bermunculan dari antara kita walaupun dengan malu-malu dan mungkin "sedikit" dorongan dari teman-teman.

Seru. Dan jelas menarik. SCOPE Photography seolah mengajak kita untuk ikut memiliki dan menyayangi UKM tersebut walaupun mungkin kita tidak secara langsung bergabung di dalamnya. Yang lebih membuat SCOPE "Ma Chung banget" adalah idenya yang orisinal. Bukan cuma itu... Mungkin yang juga bisa kita pelajari dari yang mereka berikan adalah..., bahwa menampilkan sesuatu yang orisinal dari kita, mau itu ekspresi, gaya, atau apapun, bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Sebagai UKM yang berawal dari Klub, SCOPE Photography boleh dibilang begitu gigih dalam memperjuangkan eksistensinya, terpercaya dari segi kemampuan, loyalitas, dan kemauan mereka untuk berkembang. Dalam usianya yang pertama ini, beribu salut buat SCOPE Photography untuk 4 karakter Ma Chung yang berhasil mereka usung sampai sejauh ini.

Terus kita mau ke mana? Cuma mau komentar? Atau pengen menjadi sesuatu atau seseorang yang nggak kalah hebat dengan SCOPE Photography? Terserah anda... Boleh dipikirkan lagi untuk ke depannya... Yang jelas, semangat dan terus berjuang bisa jadi pilihan yang oke koq... Perjalanan kita di Ma Chung mungkin tinggal setengah lagi... Tapi perjalanan kita buat hidup masih panjang... Bisa menjadi sesuatu atau seseorang selama hidup kita pasti bakal menyenangkan...


-Luci-
320810024

Tuesday, November 24, 2009

Ketika plagiat sudah merupakan hal yang umum..

Zaman sekarang telah berubah, di mana manusia sudah tidak dapat lagi bersantai-santai. Manusia sekarang harus bekerja dengan cepat dan tepat waktu. Untungnya teknologi juga telah berkembang dengan pesat. Melalui teknologi, manusia banyak dibantu dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya.

Tetapi kemajuan teknologi ini seperti pedang bermata dua. Karena dengan kemajuan teknologi, manusia dapat diuntungkan dan dirugikan. Misalnya, dengan komputer, duplikasi file dapat dilakukan dengan mudah. Tinggal copy-paste semua beres. Untuk hal-hal tertentu copy-paste ini menguntungkan manusia, tetapi tindakan copy-paste ini sudah tidak mencerminkan orisinalitas. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, orisinalitas memiliki arti keaslian,ketulenan. Sehingga tindakan copy-paste ini tidak bisa dikatakan orisinal. Tindakan ini termasuk plagiat yang menurut KBBI berarti pengambilan karangan orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan sendiri.

Sayangnya, makin hari makin banyak orang yang sudah tidak peduli tehadap orisinalitas. Mereka sudah tidak lagi mementingkan keaslian sebuah pekerjaan atau hasil karya. Jika Anda mencari sebuah topic di Google, Anda akan menemukan hasil pencarian yang sama dalam jumlah tertentu. Ini membuktikan kalau plagiat sudah menjadi hal yang umum. Selain itu di bidang pendidikan menyalin tugas teman, menjiplak kreativitas orang lain, dan lain sebagainya juga sudah menjadi hal yang biasa. Masih “ada baiknya” jika menyalinnya sambil dipahami. Kalau asal salin, tidak ada bedanya dengan tidak membuat karena ilmu yang didapat juga tidak ada. Mungkin untuk penulisan artikel dapat dituliskan juga sumbernya dan dapat disertai opini pribadi penulis. Tetapi kalau menyalin tugas teman atau menjiplak kreativitas orang lain? Masa mau ditulis sumbernya?

-gito-

310710058



Sunday, November 15, 2009

Don't Stop and Never Give Up..


Normal 0 MicrosoftInternetExplorer4

DON’T STOP & NEVER GIVE UP !!

Untuk dapat melihat pelangi yang indah, hujan memang harus turun terlebih dahulu..

Hidup adalah suatu hal yang harus diperjuangkan dan ketika kita berhasil mencapainya semua akan terasa sangat indah..

Kadang kala kita merasa tak mampu menghadapi suatu ujian yang terasa sangat berat..

Sesaat kita ingin menyerah dan segera lari dari segala persoalan yang ada..

Kita menyalahkan keadaan, orang lain, waktu, dan segalanya untuk membenarkan keputusan kita untuk menyerah..

Janganlah lari dari masalah dan yakinlah bahwa kita mampu menghadapinya..

Karena Tuhan tak akan memberi cobaan yang melampaui kemampuan umat-Nya..

Janganlah terpaku pada kegagalan masa lalu yang telah dialami..

Karena ketika kita terus meratapi satu pintu yang telah tertutup, kita tak akan menyadari pintu lain yang lebih indah telah dibukakan untuk kita..

Janganlah takut untuk menghadapi masa depan dan menyerah sebelum mencoba..

Karena pemenang mencoba banyak kali , gagal, dan akhirnya berhasil tetapi pecundang tidak pernah mencoba dan tidak akan pernah berhasil..

Never give up guys.. ^^

We can because we believe we can..

~ Vera ~


Saturday, November 14, 2009

Taburan bumbu kerja keras untuk mencapai tujuan kita, kenapa tidak?

Sering kali kita menghadapi masa-masa dimana kita harus menentukan keputusan sulit. Dikatakan sulit karena kita tahu setiap keputusan yang kita ambil tersebut pasti memiliki konsekuensi masing-masing. Pada manusia berusia produktif antara 19-30 tahun, menentukan keputusan seperti yang disebutkan di ataslah yang kerap kali harus mereka hadapi. Mungkin di antara kita, tidak menutup kemungkinan bagi yang berusia di atas kategori usia produktif, yang membaca tulisan ini juga sering mengalami hal serupa.

Satu pertanyaan dapat menggambarkan apakah kita akan terus maju atau hanya termenung memikirkan tentang dilemma akan keputusan mana yang harus kita tempuh untuk melanjutkan langkah hidup ke arah yang lebih baik seperti yang diinginkan setiap dari kita. Sederhana,
apakah kita mau untuk memulai dan memperjuangkan apa yang kita inginkan?
Satu pertanyaan yang sederhana tetapi jelas menuntut usaha kita secara nyata untuk melakukan satu langkah perubahan untuk memulai memperjuangkan apa yang kita inginkan. Sama sekali tidak ada yang mudah, itu benar. Kegigihan dan kerja keraslah yang dituntut untuk meneruskan langkah pertama kita tadi. Tidak tertentu pada hal atau bidang tertentu, apapun bidang yang kita tekuni menuntut hal yang sama, kerja keras.

Bila kita benar-benar tahu secara jelas tujuan kita, lebih baik begitu, lalu mengapa kita tidak menguji kegigihan kita untuk hal itu?

- Rizaldi Halim Hadian -



Friday, November 13, 2009

Perjuangan...

Alangkah indahnya perjuangan jika diakhiri oleh suatu "kemenangan". Setelah bersusah payah memperjuangkan sesuatu, "kemenangan" adalah tujuan akhir dari hal yang kita kerjakan saat itu. Dalam memperjuangkan sesuatu, kita harus pantang menyerah, gigih dalam menghadapi tantangan yang ada demi mencapai tujuan yang dicapai. Kreatifitas kita dalam melaksanakan kegiatan juga sangat mendukung dalam menuju "kemenangan".


Disini terdapat suatu permainan yang membutuhkan suatu perjuangan. Di dalam permainan ini, setiap anggota dari suatu kelompok harus melewati kotak-kotak yang tersedia, dimana hanya boleh 1 orang yang menginjak tanah di dalam kotak yang tersedia, dan jika kotak tersebut sudah dipakai, maka tidak boleh ada lagi orang yang memakai kotak tersebut.

Permainan ini membutuhkan perjuangan yang ekstra. Kegigihan merupakan kunci utama dari permainan ini. Sedangkan kreatifitas dapat mendukung kita menuju hasil yang akan dicapai. Setiap anggota dari kelompok ini harus melewati kotak-kotak yang disediakan. Kegigihan dan sifat pantang menyerah sangat diuji di dalam permainan ini. Berikut adalah contoh kreatifitas kelompok ini dalam menghadapi rintangan tersebut.


Untuk melewati kotak-kotak ini, mereka mengandalkan kreatifitas mereka untuk melewatinya. Dalam membantu kawannya, mereka "mengorbankan tangan" mereka supaya orang lain bisa melewati halangan ini. Dengan demikian, semua anggota kelompok dapat melewati kotak-kotak tersebut. Hal ini patut dibanggakan karena mereka telah berhasil menemukan cara yang unik dalam menghadapi suatu halangan.

Dengan sikap gigih dan pantang menyerah, setiap halangan pasti bisa dilewati. Jika kita sudah menyerah di awal permainan, maka tidak akan ada hasil yang akan didapatkan. Kreatifitas seseorang juga mendukung kita dalam mencapai tujuan tersebut.

~Menyerah berarti kalah~

310710028

Tuesday, November 10, 2009

GIGIH - Karakter Yang Patut Dimiliki Oleh Pemuda

Tanggal 10 November, ada apa dengan tanggal ini?! Mungkin sebagian besar dari kita melupakan tanggal penting ini, atau ada yang masih ingat?!

Apabila kita melihat gambar disamping, pasti kita mengenal tokoh pejuang tersebut, ya! "Bung Tomo".
Bung Tomo merupakan salah satu pejuang yang dengan gigih membela bangsa Indonesia dari penjajahan. Bung Tomo juga merupakan tokoh pemuda yang mampu membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda.

Sekilas mengenai peristiwa 10 November 1945 yang terjadi di kota Surabaya.

Peristiwa ini merupakan salah satu peristiwa besar dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia di dalam mempertahankan kemerdekaannya. Masyarakat Surabaya dengan gigih dan gagah berani melawan penjajah Belanda yang ingin kembali merampas kemerdekaan Bangsa dan Negara Indonesia. Dengan semangat juang yang tinggi dan dengan semboyan "Merdeka atau Mati", para pejuang menggunakan senjata apa adanya untuk melawan para penjajah yang saat itu menggunakan senjata modern.

Insiden di Hotel Yamato, Tunjungan, Surabaya

Sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch Ploegman mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru), tanpa persetujuan Pemerintah RI daerah Surabaya, di tiang teratas Hotel Yamato, sisi sebelah utara. Keesokan harinya, ketika pemuda Surabaya melihatnya, seketika mereka menjadi marah. Masyarakat Surabaya mulai mencoba untuk masuk ke dalam hotel dan melakukan perlawanan kepada para penjajah, dan berusaha untuk menurunkan bendera Belanda.
Hariyono yang semula bersama Sudirman turut terlibat dalam pemanjatan tiang bendera, akhirnya ia bersama Kusno Wibowo berhasil menurunkan bendera Belanda, merobek bagian birunya dan mengereknya ke puncak tiang kembali. Masyarakat Surabaya yang melihat peristiwa tersebut segera berteriak "MERDEKA" sebagai tanda kemenangan, kehormatan, dan kedaulatan Negara Republik Indonesia.Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban, maka ketika itulah hari ini dikenang sebagai Hari Pahlawan.

Refleksi diri
Dari gambaran singkat mengenai peristiwa bersejarah tersebut, dapat kita lihat bahwa para pejuang Surabaya dengan gigih melawan para penjajah Belanda. Karakter GIGIH inilah yang dapat kita contoh dan patut kita teladani sebagai salah satu karakter yang harus dimiliki oleh pemuda. Gigih berarti ulet dalam menjalakankan suatu pekerjaan, serta pantang menyerah. Apabila terdapat karakter ini dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan, maka keberhasilan akan kita dapatkan, walaupun terkadang hasil tersebut tidak sesuai dengan keinginan yang kita harapkan. Namun, minimal kita telah berusaha dengan gigih untuk mewujudkan impian kita dan berusaha semaksimal mungkin.

Jadi sudahkah kita memiliki karakter ini?
-Mellisa Alexandra-

Monday, November 9, 2009

Yang gigih yang dipercaya...

Apa yang anda pikirkan dengan gambar seorang anak kecil ini?
Anak ini masih duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar. Dengan lugu nya ia bersedia menggunakan kedua tangannya untuk dalam mengumpulkan sampah yang ada di sekitar halaman sekolahnya.
Beberapa bulan yang lalu, kami bersama-sama memberikan sosialisasi kepada murid-murid kelas 3-6 SD Bandulan II Malang. Saat itu kami meminta bantuan mereka untuk mencari sampah sebanyak-banyaknya... Sempat terbersit keraguan bahwa mereka akan merasa malas untuk melakukan permintaan kami itu. Dan potret kepolosan ini adalah cerminan dari jawaban kami.
Tanpa beban,,tanpa paksaan,,namun dengan kegigihan..
"Karena kegigihan modal awal untuk keberhasilan"


-dyth-
 
Free Blogger Templates