Tanggal 10 November, ada apa dengan tanggal ini?! Mungkin sebagian besar dari kita melupakan tanggal penting ini, atau ada yang masih ingat?!Apabila kita melihat gambar disamping, pasti kita mengenal tokoh pejuang tersebut, ya! "Bung Tomo".
Bung Tomo merupakan salah satu pejuang yang dengan gigih membela bangsa Indonesia dari penjajahan. Bung Tomo juga merupakan tokoh pemuda yang mampu membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda.
Sekilas mengenai peristiwa 10 November 1945 yang terjadi di kota Surabaya.
Peristiwa ini merupakan salah satu peristiwa besar dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia di dalam mempertahankan kemerdekaannya. Masyarakat Surabaya dengan gigih dan gagah berani melawan penjajah Belanda yang ingin kembali merampas kemerdekaan Bangsa dan Negara Indonesia. Dengan semangat juang yang tinggi dan dengan semboyan "Merdeka atau Mati", para pejuang menggunakan senjata apa adanya untuk melawan para penjajah yang saat itu menggunakan senjata modern.
Insiden di Hotel Yamato, Tunjungan, Surabaya
Insiden di Hotel Yamato, Tunjungan, Surabaya
Sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch Ploegman mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru), tanpa persetujuan Pemerintah RI daerah Surabaya, di tiang teratas Hotel Yamato, sisi sebelah utara. Keesokan harinya, ketika pemuda Surabaya melihatnya, seketika mereka menjadi marah. Masyarakat Surabaya mulai mencoba untuk masuk ke dalam hotel dan melakukan perlawanan kepada para penjajah, dan berusaha untuk menurunkan bendera Belanda.
Hariyono yang semula bersama Sudirman turut terlibat dalam pemanjatan tiang bendera, akhirnya ia bersama Kusno Wibowo berhasil menurunkan bendera Belanda, merobek bagian birunya dan mengereknya ke puncak tiang kembali. Masyarakat Surabaya yang melihat peristiwa tersebut segera berteriak "MERDEKA" sebagai tanda kemenangan, kehormatan, dan kedaulatan Negara Republik Indonesia.Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban, maka ketika itulah hari ini dikenang sebagai Hari Pahlawan.
Refleksi diri
Dari gambaran singkat mengenai peristiwa bersejarah tersebut, dapat kita lihat bahwa para pejuang Surabaya dengan gigih melawan para penjajah Belanda. Karakter GIGIH inilah yang dapat kita contoh dan patut kita teladani sebagai salah satu karakter yang harus dimiliki oleh pemuda. Gigih berarti ulet dalam menjalakankan suatu pekerjaan, serta pantang menyerah. Apabila terdapat karakter ini dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan, maka keberhasilan akan kita dapatkan, walaupun terkadang hasil tersebut tidak sesuai dengan keinginan yang kita harapkan. Namun, minimal kita telah berusaha dengan gigih untuk mewujudkan impian kita dan berusaha semaksimal mungkin.
Jadi sudahkah kita memiliki karakter ini?
-Mellisa Alexandra-
Hariyono yang semula bersama Sudirman turut terlibat dalam pemanjatan tiang bendera, akhirnya ia bersama Kusno Wibowo berhasil menurunkan bendera Belanda, merobek bagian birunya dan mengereknya ke puncak tiang kembali. Masyarakat Surabaya yang melihat peristiwa tersebut segera berteriak "MERDEKA" sebagai tanda kemenangan, kehormatan, dan kedaulatan Negara Republik Indonesia.Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban, maka ketika itulah hari ini dikenang sebagai Hari Pahlawan.
Refleksi diri
Dari gambaran singkat mengenai peristiwa bersejarah tersebut, dapat kita lihat bahwa para pejuang Surabaya dengan gigih melawan para penjajah Belanda. Karakter GIGIH inilah yang dapat kita contoh dan patut kita teladani sebagai salah satu karakter yang harus dimiliki oleh pemuda. Gigih berarti ulet dalam menjalakankan suatu pekerjaan, serta pantang menyerah. Apabila terdapat karakter ini dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan, maka keberhasilan akan kita dapatkan, walaupun terkadang hasil tersebut tidak sesuai dengan keinginan yang kita harapkan. Namun, minimal kita telah berusaha dengan gigih untuk mewujudkan impian kita dan berusaha semaksimal mungkin.
Jadi sudahkah kita memiliki karakter ini?
-Mellisa Alexandra-
Tanggal 10 November kemarin Bangsa Indonesia memang baru saja memperingati Hari Pahlawan. Namun sejatinya peringatan itu tidak sekedar dengan memasang bendera Merah Putih di halaman rumah atau dengan mendendangkan lagu Indonesia Raya keras-keras.
ReplyDeletePeringatan ini seharusnya dijadikan sebagai refleksi atas apa yang telah terjadi pada Bangsa Indonesia.
Miris rasanya melihat para "pahlawan" bangsa sekarang ini yang malah sibuk memperebutkan jabatan dari pada memikirkan nasib rakyatnya.
Bukannya berprasangka negatif, namun kebanyakan para pemuda yang mengatasnamakan mencintai bangsa Indonesia lebih memilih bertumpah darah untuk melakukan demonstrasi ketimbang memulihkan citra indonesia di mata dunia.
Bahkan sekarang ini semboyan "merdeka untuk mati" tidak lagi dijadikan simbol nasionalisme namun lebih dipergunakan untuk simbol narkoba.
Lalu, masihkan rasa nasionalisme dan kepahlawanan masih dapat diresapi secara benar?
-dyth-
Untuk nasionalisme, mungkin memang benar bahwa rasa nasionalisme kita sedikit demi sedikit mulai teriris.
ReplyDeleteTapi ingatkah kita tentang peristiwa "batik" yang akhir-akhir ini cukup marak? Batik yang selama ini menjadi ciri khas bangsa kita tiba-tiba diklaim oleh negara tetangga. Kesal kah kita? Tentu saja!
Akhirnya kita mendapatkan pengakuan secara internasional bahwa batik merupakan daftar warisan budaya tak benda dari bangsa Indonesia. Mungkin tidak disadari, bahwa kita juga telah ikut berperan serta dalam memperjuangkan batik.
Tanggal 2 Oktober lalu, kita memperingati Hari Batik Nasional, dengan menggunakan busana batik. Bisa dikatakan bahwa kita juga merupakan pahlawan! Kita gigih dalam memperjuangkan batik sebagai warisan budaya kita.
KITA JUGA PAHLAWAN!
310710028
Kegigihan memang salah satu dari kunci sukses kita.kalau kita tidak memiliki sifat yang gigih, maka kita akan gampang digoyahkan...
ReplyDelete-Grace-