Zaman sekarang telah berubah, di mana manusia sudah tidak dapat lagi bersantai-santai. Manusia sekarang harus bekerja dengan cepat dan tepat waktu. Untungnya teknologi juga telah berkembang dengan pesat. Melalui teknologi, manusia banyak dibantu dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaannya.
Tetapi kemajuan teknologi ini seperti pedang bermata dua. Karena dengan kemajuan teknologi, manusia dapat diuntungkan dan dirugikan. Misalnya, dengan komputer, duplikasi file dapat dilakukan dengan mudah. Tinggal copy-paste semua beres. Untuk hal-hal tertentu copy-paste ini menguntungkan manusia, tetapi tindakan copy-paste ini sudah tidak mencerminkan orisinalitas. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, orisinalitas memiliki arti keaslian,ketulenan. Sehingga tindakan copy-paste ini tidak bisa dikatakan orisinal. Tindakan ini termasuk plagiat yang menurut KBBI berarti pengambilan karangan orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan sendiri.
Sayangnya, makin hari makin banyak orang yang sudah tidak peduli tehadap orisinalitas. Mereka sudah tidak lagi mementingkan keaslian sebuah pekerjaan atau hasil karya. Jika Anda mencari sebuah topic di Google, Anda akan menemukan hasil pencarian yang sama dalam jumlah tertentu. Ini membuktikan kalau plagiat sudah menjadi hal yang umum. Selain itu di bidang pendidikan menyalin tugas teman, menjiplak kreativitas orang lain, dan lain sebagainya juga sudah menjadi hal yang biasa. Masih “ada baiknya” jika menyalinnya sambil dipahami. Kalau asal salin, tidak ada bedanya dengan tidak membuat karena ilmu yang didapat juga tidak ada. Mungkin untuk penulisan artikel dapat dituliskan juga sumbernya dan dapat disertai opini pribadi penulis. Tetapi kalau menyalin tugas teman atau menjiplak kreativitas orang lain? Masa mau ditulis sumbernya?
-gito-
310710058
Cukup menarik bahwa menurut KBBI, orisinalitas juga bisa disebut ketulenan. Tetapi apakah hal itu bisa dibilang tepat?
ReplyDeleteKetulenan juga dapat berarti bahwa kita "tulen" dalam melakukan tindakan copy paste.
hhmmm...agak ga setuju juga sich,,,masak copy-paste dah dibilang jiplak?!
ReplyDeleteaku setuju klo copy-paste yang benar-benar "copy n paste" duank tuch baru bisa dibilang jiplak,,,ga orisinalll...
Tapi klo kita copy paste lalu kita cantumkan nama/sumbernya, baru tu bukan jiplak,,bener ga?!hehehe....
Masak kita harus buat tugas tapi kita karang semuanya,pasti ada teori yang kita ambil juga kan?!n.n...
btw,,,aku setuju ma Gito,,,"plagiat" sudah menjadi budaya saat ini,,,hehehe,....
--mellisa--
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteTapi sekarang kan juga udah ada program komputer buat ngecheck sesuatu yg dibuat itu plagiat atau tidak. Tapi tentunya akan sangat sulit dilakukan kalo dalam bentuk hard copy.
ReplyDeleteTapi memang benar bahwa dimana-mana banyak plagiarism. Itu karena orang ingin segala sesuatunya praktis. Jaman sekarang banyak orang yang nggak mau repot..
-Grace-